Zuhud, Wara’, dan Ridha sebagai Fondasi Akhlak Menghadapi Zaman Edan

Renungan Menjelang Subuh 17 November 2025

admin

- Redaksi

Senin, 17 November 2025 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zuhud, Wara’, dan Ridha sebagai Fondasi Akhlak Menghadapi Zaman Edan. FOTO : HN/AI

Zuhud, Wara’, dan Ridha sebagai Fondasi Akhlak Menghadapi Zaman Edan. FOTO : HN/AI

II. Relevansi Zuhud, Wara’, dan Ridha dalam Zaman Sekarang

1. Zaman Edan (materialisme—hedonisme—politik kotor)

Tiga sifat ini menjadi penawar:

* Zuhud memutus obsesi terhadap jabatan dan kekuasaan.

* Wara’ membentengi pemimpin, ulama, birokrat, akademisi dari korupsi dan konflik kepentingan.

* Ridha mencegah masyarakat dari stres, kecemasan, dan rasa tidak adil terhadap takdir.

2. Menghadapi Kezaliman Struktural

* Zuhud mencegah pemimpin menjual negara demi kekuasaan.

* Wara’ memaksa pejabat berhati-hati sebelum menandatangani kebijakan yang merugikan rakyat.

* Ridha membuat rakyat tetap tegar sambil terus bersuara menegakkan kebenaran.

3. Menguatkan Moral dan Spiritualitas Generasi Muda

* Mencegah budaya flexing dan hancurnya mental akibat membandingkan diri di media sosial.

* Membentuk pribadi kuat yang tidak tergoda syubhat digital, hoaks, dan fitnah.

III. Kesimpulan Kebijakan

  1. Zuhud → memperbaiki orientasi hidup bangsa agar tidak materialistik.
  2. Wara’→ etika kehati-hatian yang menjadi fondasi reformasi birokrasi dan hukum.
  3. Ridha → kekuatan spiritual yang membuat masyarakat stabil dalam turbulensi sosial-politik.
  4. Ketiganya wajib diintegrasikan dalam pendidikan, kepemimpinan, dan pembinaan moral masyarakat untuk menjaga NKRI dari kerusakan akhlak, korupsi, dan kezaliman struktural.

IV. Catatan Kaki

[1] Imam Ahmad bin Hanbal, Kitab Az-Zuhd, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1999.
[2] Ibn Qayyim al-Jawziyyah, Madarij as-Salikin, Kairo: Dar as-Salam, 2002.

Penulis : Drs. Suripno. Mstr (Dosen Institut Transportasi dan Logistik di Trisakti)

Editor : Redaksi

Sumber Berita: haikunnews.id

Berita Terkait

Urgensi Muhasabah Nasional dan Taubat Nasional sebagai Jalan Pemulihan Moral, Spiritual, dan Kebangsaan Indonesia
Pesan Reflektif Bernuansa Profetik: Kembali ke Akar Amanah
Pesan Reflektif Profetik: Ketika Ilmu Kehilangan Nur, dan Hukum Kehilangan Jiwa
Sanksi Teologis atas Kepemimpinan Tidak Amanah, Kondisi Akhirat bagi yang Tidak Bertaubat, dan Kewajiban Ulama serta Cendekiawan Beriman
Banjir Bandang Sumatera, Deforestasi, dan Amanah Pemimpin Beriman (dalam Perspektif Kebenaran Allah dan Keadilan Allah)
Pesan Reflektif untuk Umat Beriman
Air Mata Pemadam Neraka & Ampunan Allah yang Lebih Besar dari Dosa (Berdasarkan Menyingkap Batin-Imam Al-Ghazali)
Islam Rahmatan Lil’alamin: Jalan Ilahi bagi Tata Dunia dan Negara Republik Indonesia
Berita ini 10 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi HaikunNews.Id.

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 18:10 WIB

Urgensi Muhasabah Nasional dan Taubat Nasional sebagai Jalan Pemulihan Moral, Spiritual, dan Kebangsaan Indonesia

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:54 WIB

Pesan Reflektif Bernuansa Profetik: Kembali ke Akar Amanah

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:30 WIB

Pesan Reflektif Profetik: Ketika Ilmu Kehilangan Nur, dan Hukum Kehilangan Jiwa

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:25 WIB

Sanksi Teologis atas Kepemimpinan Tidak Amanah, Kondisi Akhirat bagi yang Tidak Bertaubat, dan Kewajiban Ulama serta Cendekiawan Beriman

Jumat, 12 Desember 2025 - 19:26 WIB

Banjir Bandang Sumatera, Deforestasi, dan Amanah Pemimpin Beriman (dalam Perspektif Kebenaran Allah dan Keadilan Allah)

Berita Terbaru