Pesan Reflektif Profetik: Ketika Ilmu Kehilangan Nur, dan Hukum Kehilangan Jiwa

admin

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesan Reflektif Profetik: Ketika Ilmu Kehilangan Nur, dan Hukum Kehilangan Jiwa. FOTO : IST

Pesan Reflektif Profetik: Ketika Ilmu Kehilangan Nur, dan Hukum Kehilangan Jiwa. FOTO : IST

Wahai para pencari ilmu, para pemegang amanah, dan para penjaga nurani bangsa,

  • berhentilah sejenak dan bertanyalah pada diri= kita masing-masing:
  • Apakah ilmu yang kita miliki masih menjadi cahaya,atau telah berubah menjadi alat pembenar kepentingan?
  • Ilmu dalam pandangan Allah bukan sekadar kecakapan berpikir, bukan pula sekadar gelar, jabatan, atau legitimasi akademik.
  • Ilmu adalah cahaya yang Allah titipkan agar manusia mengenal kebenaran, dan dari kebenaran itu menegakkan keadilan.
  • Ketika ilmu tidak lagi melahirkan kejujuran, ketika kecerdasan justru dipakai untuk membungkam yang lemah, ketika hukum disusun rapi tetapi melukai rasa keadilan, saat itulah ilmu telah kehilangan nur, dan hukum telah kehilangan jiwa.

Inilah tanda zaman edan:
yang batil dipoles seolah rasional,
yang zalim dibungkus prosedur,
yang benar dianggap mengganggu stabilitas,
dan yang diam justru disebut bijak.

  • Pada saat seperti ini, diamnya orang berilmu bukanlah netralitas, melainkan kelalaian amanah.
  • Allah tidak meminta kita menjadi sempurna, tetapi Allah meminta kita jujur pada kebenaran dan berdiri di pihak keadilan, meski harus berhadapan dengan arus kekuasaan, meski harus kehilangan kenyamanan.
  • Wahai para pemimpin, ingatlah bahwa kekuasaan adalah ujian, bukan kehormatan.
  • Ia akan dimintai pertanggungjawaban bukan atas keberhasilan pencitraan, melainkan atas keadilan yang dirasakan rakyat.
    Wahai para ulama dan cendekiawan, ingatlah bahwa ilmu adalah amanah kenabian.
  • Ia bukan untuk diam ketika kebenaran dilukai, bukan untuk tunduk pada rasa takut kehilangan akses dan posisi.

Dan wahai para pencari ilmu di semua lapisan,

  • jagalah agar akal tidak berjalan tanpa rasa, dan rasa tidak buta tanpa akal.
  • Sebab kebenaran bukan hanya dikenali oleh akal, tetapi juga diterima dan dihidupkan oleh hati.
  • Jika hari ini kita melihat hukum yang melenceng, keadilan yang timpang, dan kebenaran yang disembunyikan, jangan buru-buru menunjuk orang lain.
  • Mulailah dari diri sendiri:

Apakah aku masih jujur dengan ilmuku?

Apakah aku masih berani pada kebenaran?

Apakah aku masih setia pada keadilan Allah?

Karena pada akhirnya, bangsa tidak runtuh karena kurangnya orang pintar, tetapi karena orang pintar kehilangan keberanian moral.

Semoga Allah menjaga ilmu kita tetap mempunyai nur, menjaga hati kita tetap hidup, dan menjadikan kita bagian dari orang-orang yang memilih eling lan waspada, bukan larut dalam edannya zaman. Ya Allah, jangan Engkau cabut cahaya ilmu dari hati kami, dan jangan Engkau jadikan kami saksi yang diam ketika kebenaran-Mu dilukai dan keadilan-Mu diabaikan.
Amin y.r.a

Penulis : Suripno si burung Pipit

Editor : Redaksi

Sumber Berita: haikunnews.id

Berita Terkait

Urgensi Muhasabah Nasional dan Taubat Nasional sebagai Jalan Pemulihan Moral, Spiritual, dan Kebangsaan Indonesia
Pesan Reflektif Bernuansa Profetik: Kembali ke Akar Amanah
Sanksi Teologis atas Kepemimpinan Tidak Amanah, Kondisi Akhirat bagi yang Tidak Bertaubat, dan Kewajiban Ulama serta Cendekiawan Beriman
Banjir Bandang Sumatera, Deforestasi, dan Amanah Pemimpin Beriman (dalam Perspektif Kebenaran Allah dan Keadilan Allah)
Pesan Reflektif untuk Umat Beriman
Air Mata Pemadam Neraka & Ampunan Allah yang Lebih Besar dari Dosa (Berdasarkan Menyingkap Batin-Imam Al-Ghazali)
Zuhud, Wara’, dan Ridha sebagai Fondasi Akhlak Menghadapi Zaman Edan
Islam Rahmatan Lil’alamin: Jalan Ilahi bagi Tata Dunia dan Negara Republik Indonesia
Berita ini 15 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi HaikunNews.Id.

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 18:10 WIB

Urgensi Muhasabah Nasional dan Taubat Nasional sebagai Jalan Pemulihan Moral, Spiritual, dan Kebangsaan Indonesia

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:54 WIB

Pesan Reflektif Bernuansa Profetik: Kembali ke Akar Amanah

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:30 WIB

Pesan Reflektif Profetik: Ketika Ilmu Kehilangan Nur, dan Hukum Kehilangan Jiwa

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:25 WIB

Sanksi Teologis atas Kepemimpinan Tidak Amanah, Kondisi Akhirat bagi yang Tidak Bertaubat, dan Kewajiban Ulama serta Cendekiawan Beriman

Jumat, 12 Desember 2025 - 19:26 WIB

Banjir Bandang Sumatera, Deforestasi, dan Amanah Pemimpin Beriman (dalam Perspektif Kebenaran Allah dan Keadilan Allah)

Berita Terbaru

Iran

Internasional

Iran “Batu Sandungan” Berat Bagi Dinasti Rothschild

Minggu, 8 Mar 2026 - 19:32 WIB

Pemimpin Adil dan Beriman vs Pemimpin Zalim dan Tidak Beriman. FOTO : Ilustrasi

Tarbiyah

Pemimpin Adil dan Beriman vs Pemimpin Zalim dan Tidak Beriman

Selasa, 17 Feb 2026 - 19:18 WIB