Teluk Persia di Ambang Ledakan Besar

Iran Ancam Kobarkan Perang Lebih Dahsyat Setelah Kapal Tankernya Diserang AS di Perairan Hormuz

admin

- Redaksi

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI : Iran Ancam Kobarkan Perang Lebih Dahsyat Setelah Kapal Tankernya Diserang AS di Perairan Hormuz. (GRAFIS : HAIKUNNEWS.ID)

ILUSTRASI : Iran Ancam Kobarkan Perang Lebih Dahsyat Setelah Kapal Tankernya Diserang AS di Perairan Hormuz. (GRAFIS : HAIKUNNEWS.ID)

DUNIA – Ketegangan militer di kawasan Teluk Persia kembali mencapai titik paling berbahaya setelah dua kapal tanker berbendera Iran, M/T Sea Star III dan M/T Sevda, dilaporkan diserang oleh militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Oman, Jumat, 8 Mei 2026.

Insiden ini memicu gelombang ancaman keras dari sumber militer Iran yang dilansir kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, dengan pernyataan bernada perang terbuka terhadap Washington dan sekutunya.

Menurut laporan militer Amerika Serikat melalui US Central Command (CENTCOM), jet tempur F/A-18 Super Hornet yang lepas landas dari kapal induk USS George H.W. Bush (CVN-77) menembakkan munisi presisi ke cerobong asap kedua tanker tersebut untuk menghentikan pelayaran mereka menuju pelabuhan Iran.

Iran menilai tindakan itu sebagai bentuk “agresi terang-terangan” dan pelanggaran terhadap hukum internasional serta gencatan senjata yang sedang rapuh di kawasan.

Iran: “Kami Tidak Takut Perang, Kami Siap Menghancurkan”

Dalam pernyataan yang beredar luas melalui media Iran dan jaringan regional Timur Tengah, sumber militer Iran menegaskan bahwa penghentian bentrokan saat ini hanyalah “jeda sementara”, bukan tanda kelemahan Teheran.

Iran memperingatkan bahwa bila kapal perang Amerika kembali memasuki kawasan Teluk Persia atau mengganggu kapal tanker Iran, maka serangan balasan yang lebih besar akan segera dilancarkan.

“Mereka bukan berhenti karena menang. Mereka berhenti karena sudah cukup menderita dan kehilangan banyak kemampuan,” ujar sumber militer Iran dalam laporan Tasnim.

Pernyataan tersebut juga menyebut bahwa Iran siap “menyalakan kembali api perang kapan saja”, terutama jika blokade laut terhadap Iran terus dilakukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Selat Hormuz Jadi Pusat Krisis Dunia

Konflik terbaru ini kembali menempatkan Selat Hormuz sebagai titik paling rawan di dunia. Jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu merupakan salah satu urat nadi energi global.

Data internasional menunjukkan sekitar 20–25% perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap harinya. Gangguan kecil saja di wilayah ini dapat memicu lonjakan harga minyak global dan mengganggu rantai pasokan energi internasional.

Iran menegaskan bahwa Teluk Persia dan Selat Hormuz merupakan wilayah strategis yang tidak boleh diganggu oleh kekuatan asing.

Sementara itu, Amerika Serikat sejak April 2026 diketahui meningkatkan operasi militernya di kawasan dan memberlakukan blokade terhadap sejumlah jalur pelayaran menuju pelabuhan Iran.

Qatar Disebut Jadi Jalur Diplomasi Rahasia

Sumber Iran juga mengklaim bahwa pihak Amerika kini mulai mencari jalur negosiasi melalui mediator regional, termasuk Qatar, guna mencegah perang lebih besar pecah di Timur Tengah.

Namun Iran tetap memberikan syarat keras untuk terciptanya perdamaian, yakni:

* penghentian blokade laut,
* penarikan kekuatan militer asing,
* pembayaran kerugian,
* serta permintaan maaf resmi.

Jika syarat itu tidak dipenuhi, Iran menegaskan bahwa “gelombang serangan berikutnya akan jauh lebih berat.”

Dunia Khawatir Konflik Meluas

Pengamat internasional menilai bentrokan terbaru ini dapat menjadi pemicu konflik regional yang lebih luas, melibatkan negara-negara Teluk, Israel, hingga kekuatan besar dunia.

Sejumlah media internasional melaporkan bahwa situasi keamanan di kawasan masih sangat rapuh meski upaya diplomasi terus berlangsung.

Krisis di Hormuz kini bukan hanya menjadi persoalan Iran dan Amerika Serikat, tetapi telah berubah menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi dan keamanan global.

“Satu percikan kecil di Selat Hormuz bisa mengguncang pasar energi dunia dan menyeret kawasan Timur Tengah ke perang yang lebih besar.”

Penulis : Laksma TNI (Purn) Jaya Darmawan, M.Tr.Opsla.

Editor : Tim Redkasi

Sumber Berita: HaikunNews.id

Berita Terkait

RUDAL IRAN MENEMBUS 4.000 KM: Peringatan Keras untuk Amerika di Diego Garcia
Iran “Batu Sandungan” Berat Bagi Dinasti Rothschild
Hipersonik Mengguncang Dunia: Mitos Superioritas Udara AS–Israel Runtuh, Teluk Berubah Jadi Medan Atrisi Global
Tegaskan Protes, Indonesia Sebut Penghancuran Fasilitas UNRWA oleh Israel Sebagai Tindakan Ilegal
Menjaga Integritas Somalia: Posisi Tegas Indonesia Atas Manuver Israel di Somaliland
Indonesia Resmi Pimpin Dewan HAM PBB 2026: Usung Tema “A Presidency for All”
Operasi 300 Menit: Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela
Kim Jong Un Kirim Peringatan Keras ke Washington: Venezuela Resmi Jadi Isu Keamanan Global
Berita ini 156 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi HaikunNews.Id.

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:20 WIB

Teluk Persia di Ambang Ledakan Besar

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:32 WIB

Iran “Batu Sandungan” Berat Bagi Dinasti Rothschild

Rabu, 4 Maret 2026 - 00:53 WIB

Hipersonik Mengguncang Dunia: Mitos Superioritas Udara AS–Israel Runtuh, Teluk Berubah Jadi Medan Atrisi Global

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:53 WIB

Tegaskan Protes, Indonesia Sebut Penghancuran Fasilitas UNRWA oleh Israel Sebagai Tindakan Ilegal

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:00 WIB

Menjaga Integritas Somalia: Posisi Tegas Indonesia Atas Manuver Israel di Somaliland

Berita Terbaru

ILUSTRASI : Iran Ancam Kobarkan Perang Lebih Dahsyat Setelah Kapal Tankernya Diserang AS di Perairan Hormuz. (GRAFIS : HAIKUNNEWS.ID)

Internasional

Teluk Persia di Ambang Ledakan Besar

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:20 WIB