Tubuh dan Jiwa sebagai Amanat: Pesan Rumi Mengarungi Zaman Kini

(Berdasarkan Fihi Ma Fihi – Isyarat-Isyarat Gaib, Jalaluddin Rumi)

admin

- Redaksi

Selasa, 25 November 2025 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tubuh dan Jiwa sebagai Amanat: Pesan Rumi Mengarungi Zaman Kini FOTO : HN

Tubuh dan Jiwa sebagai Amanat: Pesan Rumi Mengarungi Zaman Kini FOTO : HN

I. Pengantar

  1. Karya besar Fihi Ma Fihi dari Maulana Jalaluddin Rumi memuat isyarat-isyarat rohani yang sangat dalam mengenai hubungan manusia dengan Tuhan, amanat tubuh-jiwa, serta panggilan menuju cahaya Ilahi.
  2. Dalam konteks zaman modern dengan tekanan politik, ekonomi, sosial, dan “zaman edan”, pesan Rumi semakin relevan sebagai pedoman spiritual dan etis.
  3. Renungan ini menelaah pesan utama Rumi dengan rujukan normatif Islam agar dapat dihayati oleh ulama, cendekiawan, pemimpin, dan umat.

II. Riwayat Singkat Maulana Jalaluddin Rumi

1. Riwsyat Hidup
* Nama lengkap: Jalaluddin Muhammad bin Husain al-Balkhi al-Rumi.

* Lahir: 604 H / 1207 M di Balkh (Afghanistan).

* Wafat: 672 H / 1273 M di Konya (Turki).

* Gelar: Mawlana, Rumi, Sultan al-‘Asyiqin (Raja Para Pecinta Allah).

2. Guru ruhani terpenting: Syamsuddin Tabrizi.

3. Karya utama: Mathnawi, Diwan Syams Tabrizi, Fihi Ma Fihi, Majalis al-Sab‘ah.

4. Fokus ajaran:

* Fana dan baqa’

* Kasih Ilahi

* Kejernihan jiwa

* Penyatuan kehendak manusia dengan kehendak Allah

* Perjalanan batin yang menembus ego dan hawa nafsu.

III. Tubuh dan Jiwa sebagai Amanat

Dalam Fihi Ma Fihi, Rumi menyebut bahwa tubuh dan jiwa hanyalah titipan (amanat) dari Tuhan. Pesan ini sejalan dengan Al-Qur’an:

A. Dalil Qur’an dan Tafsir

  1. QS Al-Ahzab 33:72 : “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung… namun manusia memikulnya.” → Tafsir Ibn Kathir: amanat ialah agama, ketaatan, akal, dan tanggung jawab moral.
  2. QS Al-Isra’ 17:36 : “Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak punya ilmu; pendengaran, penglihatan, dan hati… semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.” → Tubuh adalah instrumen amanat.
  3. QS As-Syams 91:7–10 : “Allah mengilhamkan fujur & takwa ke dalam jiwa” → jiwa adalah ladang amanat.

B. Makna menurut Rumi

Tubuh adalah kuda dan jiwa adalah penunggangnya.

Amanat berarti:

  1. Menjaga tubuh dari dosa dan kerusakan.
  2. Mengangkat jiwa menuju kedekatannya dengan Allah.
  3. Menundukkan hawa nafsu demi nur Ilahi.

Rumi berkata: “Tubuhmu rumah; engkau bukan rumah itu. Engkau adalah penghuninya.”

Penulis : Drs. Suripno. Mstr

Editor : Redaksi

Sumber Berita: haikunnews.id

Berita Terkait

Tujuh Tingkatan Wujud (Maqāmāt An-Nafs) dan Urgensinya Bagi Orang Berilmu di Zaman Sekarang
Indikator Kezaliman Individual dan Struktural Beserta Dalilnya (Seri-2)
Kezaliman Individual dan Kezaliman Struktural Dalam Perspektif Al Quran, Hadis, dan Ulama: Akar Masalah, Tanggung Jawab Moral, dan Konsekuensi Illahiyah (Seri-1)
REFORMASI PEMILU ; Langkah Awal Amandemen UUD 1945 dan Pembangunan Sistem Hukum Indonesia Berbasis Kebenaran dan Keadilan Allah
Hakikat Ilmu dalam Tradisi Ulama Klasik dan Keunggulannya atas Filsafat Ilmu Modern
Kelembutan Hati dan Tangisan yang Bermuara pada Cinta Kepada Allah sebagai Bekal Mengarungi Zaman Edan
Mengenang Sufi Agung Wanita Rabi’ah Al Adawiyyah dan Ajarannya (Seri-7)
Amanah Pemimpin Beriman, dan Kewajiban Menegakkan Kebenaran Allah serta Keadilan Allah
Berita ini 10 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi HaikunNews.Id.

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:33 WIB

Tujuh Tingkatan Wujud (Maqāmāt An-Nafs) dan Urgensinya Bagi Orang Berilmu di Zaman Sekarang

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:19 WIB

Indikator Kezaliman Individual dan Struktural Beserta Dalilnya (Seri-2)

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:08 WIB

Kezaliman Individual dan Kezaliman Struktural Dalam Perspektif Al Quran, Hadis, dan Ulama: Akar Masalah, Tanggung Jawab Moral, dan Konsekuensi Illahiyah (Seri-1)

Senin, 12 Januari 2026 - 01:21 WIB

REFORMASI PEMILU ; Langkah Awal Amandemen UUD 1945 dan Pembangunan Sistem Hukum Indonesia Berbasis Kebenaran dan Keadilan Allah

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:43 WIB

Hakikat Ilmu dalam Tradisi Ulama Klasik dan Keunggulannya atas Filsafat Ilmu Modern

Berita Terbaru