I. Pengantar
- Karya besar Fihi Ma Fihi dari Maulana Jalaluddin Rumi memuat isyarat-isyarat rohani yang sangat dalam mengenai hubungan manusia dengan Tuhan, amanat tubuh-jiwa, serta panggilan menuju cahaya Ilahi.
- Dalam konteks zaman modern dengan tekanan politik, ekonomi, sosial, dan “zaman edan”, pesan Rumi semakin relevan sebagai pedoman spiritual dan etis.
- Renungan ini menelaah pesan utama Rumi dengan rujukan normatif Islam agar dapat dihayati oleh ulama, cendekiawan, pemimpin, dan umat.
II. Riwayat Singkat Maulana Jalaluddin Rumi
1. Riwsyat Hidup
* Nama lengkap: Jalaluddin Muhammad bin Husain al-Balkhi al-Rumi.
* Lahir: 604 H / 1207 M di Balkh (Afghanistan).
* Wafat: 672 H / 1273 M di Konya (Turki).
* Gelar: Mawlana, Rumi, Sultan al-‘Asyiqin (Raja Para Pecinta Allah).
2. Guru ruhani terpenting: Syamsuddin Tabrizi.
3. Karya utama: Mathnawi, Diwan Syams Tabrizi, Fihi Ma Fihi, Majalis al-Sab‘ah.
4. Fokus ajaran:
* Fana dan baqa’
* Kasih Ilahi
* Kejernihan jiwa
* Penyatuan kehendak manusia dengan kehendak Allah
* Perjalanan batin yang menembus ego dan hawa nafsu.
III. Tubuh dan Jiwa sebagai Amanat
Dalam Fihi Ma Fihi, Rumi menyebut bahwa tubuh dan jiwa hanyalah titipan (amanat) dari Tuhan. Pesan ini sejalan dengan Al-Qur’an:
A. Dalil Qur’an dan Tafsir
- QS Al-Ahzab 33:72 : “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung… namun manusia memikulnya.” → Tafsir Ibn Kathir: amanat ialah agama, ketaatan, akal, dan tanggung jawab moral.
- QS Al-Isra’ 17:36 : “Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak punya ilmu; pendengaran, penglihatan, dan hati… semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.” → Tubuh adalah instrumen amanat.
- QS As-Syams 91:7–10 : “Allah mengilhamkan fujur & takwa ke dalam jiwa” → jiwa adalah ladang amanat.
B. Makna menurut Rumi
Tubuh adalah kuda dan jiwa adalah penunggangnya.
Amanat berarti:
- Menjaga tubuh dari dosa dan kerusakan.
- Mengangkat jiwa menuju kedekatannya dengan Allah.
- Menundukkan hawa nafsu demi nur Ilahi.
Rumi berkata: “Tubuhmu rumah; engkau bukan rumah itu. Engkau adalah penghuninya.”
Penulis : Drs. Suripno. Mstr
Editor : Redaksi
Sumber Berita: haikunnews.id
Halaman : 1 2 Selanjutnya







