Kata Pengantar
- Dalam pandangan Islam, ilmu bukan sekadar pengetahuan intelektual, tetapi amanah dari Allah.
- Orang yang diberi ilmu memiliki kedudukan tinggi sekaligus tanggung jawab berat. Bila ilmu tidak diamalkan, disembunyikan, digunakan untuk membela kezaliman, atau pemiliknya diam terhadap kezaliman, maka yang terjadi bukan sekadar kegagalan moral, melainkan pengkhianatan terhadap amanah ilahiyah.
- Karena itu, sanksinya bersifat teologis (hubungan dengan Allah) sekaligus spiritual (kerusakan batin dan hati).
I. Apa itu “Orang Berilmu” (Ahlul ‘Ilm)?
A. Secara bahasa
- Dalam Islam, ‘ilm berarti pengetahuan yang jelas, benar, dan memberi petunjuk — bukan sekadar informasi.
B. Secara istilah syar’i
- Orang berilmu adalah: Orang yang mengetahui kebenaran berdasarkan dalil, memahami hakikatnya, dan mampu membedakan benar–salah serta memberi manfaat bagi manusia.
- Al-Qur’an menyebut mereka: “Allah meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”(QS. Al-Mujādilah: 11)
- Ulama tafsir menjelaskan: yang dimaksud bukan sekadar tahu, tetapi paham, sadar tanggung jawab, dan ilmu itu membentuk sikapnya.
B. Ciri Orang Berilmu Menurut Islam
Bukan hanya pintar. Orang berilmu memiliki:
- Faham (pemahaman mendalam)
- Tamyiz (mampu membedakan haq dan batil)
- Amanah ilmu (tidak menyalahgunakan)
- Ilmunya bermanfaat
- Ilmunya melahirkan takut kepada Allah (khashyah) “Sesungguhnya yang takut kepada Allah hanyalah para ulama.” (QS. Fāṭir: 28)
II. Jenis Orang Berilmu
Ilmu dalam Islam luas. Orang berilmu terbagi beberapa jenis:
A. Berdasarkan Bidangnya
- Ulama Dīn (Ilmu Agama)
Menguasai ilmu Al-Qur’an, tafsir, hadis, fikih, akidah, tasawuf, dll. - Ulama Dunyā / Ahli Ilmu Profesional
Menguasai ilmu kehidupan dan kemaslahatan manusia:
* Ilmu transportasi
* Teknik
* Kedokteran
* Hukum
* Ekonomi
* Teknologi
* Sosial
Dalam Islam, mereka tetap termasuk ahlul ‘ilm karena ilmunya bagian dari amanah memakmurkan bumi (istikhlaf fil ardh).
B. Berdasarkan Fungsinya
- Pengajar (Mu‘allim) – mentransfer ilmu
- Perumus kebijakan (Mujtahid bidangnya)
- Peneliti / pengembang ilmu
- Penasihat (Ahli hikmah & pertimbangan)
- Penjaga nilai kebenaran di bidangnya
C. Berdasarkan Kondisi Kehidupan
- Aktif bertugas : Masih memegang jabatan atau profesi.
- Purna Tugas (Pensiunan Ahli)
Ini penting, termasuk kita para pensiunan kemenhub perhubungan amanah mengikuti kita terutama mantan pejabat apalagi Eselon I.
Dalam Islam, ilmu tidak pensiun. Jabatan boleh berhenti, tapi amanah ilmu tetap mengikuti
Orang yang sudah purna tugas tetapi menguasai ilmu (misalnya transportasi):
✔ Tetap termasuk orang berilmu
✔ Tetap punya tanggung jawab moral
✔ Bahkan sering lebih merdeka menyuarakan kebenaran karena tidak terikat jabatan
Mereka disebut dalam konsep klasik sebagai:
“Ahl al-khibrah” — orang berpengalaman dan ahli di bidangnya.
Dalam kebijakan publik, mereka adalah penjaga hikmah dan memori keilmuan.
D .Orang Berilmu ≠ Orang Bergelar
- Tidak semua bergelar adalah orang berilmu, dan tidak semua orang berilmu bergelar.
- Ulama klasik mengatakan: Ilmu adalah cahaya yang Allah letakkan di hati, bukan sekadar data di kepala.
E. Khusus Ahli Ilmu Transportasi: pensiunan, dosen
- Orang yang menguasai ilmu transportasi termasuk:
* Memahami sistem mobilitas manusia
* Keselamatan
* Tata ruang
* Keadilan akses
* Dampak sosial-ekonomi - Maka ia termasuk ahlul ‘ilm kemaslahatan umum, karena transportasi menyangkut:
* nyawa
* keadilan sosial
* ekonomi
* kesejahteraan rakyat
3. Dalam maqāṣid syarī‘ah, bidang ini berkaitan dengan ḥifẓ an-nafs (menjaga jiwa) dan ḥifẓ al-māl (menjaga harta).
Jadi ahli transportasi = orang berilmu yang memegang amanah kemanusiaan.
F. Tingkatan Orang Berilmu
Ulama membagi:
‘Ālim (tahu)
Fāqih (paham mendalam)
Ḥakīm (bijaksana dalam penerapan)
Rabbānī (ilmunya membimbing manusia menuju kebenaran)
Yang terakhir inilah puncaknya.
III. Kesimpulan Seri -1
Orang berilmu adalah siapa pun yang:
- Memahami suatu kebenaran dengan benar
- Ilmunya harus memberi manfaat
- Memiliki tanggung jawab moral atas ilmunya, sehingga wajib dan pasti dimintai tanggung jawab atas ilmunya
Lanjut Seri -2
Penulis : Suripno si burung Pipit
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: haikunnews.id







