Situasi Iran Memanas, Pemerintah Siapkan Rencana Kontigensi Lindungi WNI

admin

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan
+ Donasi

Situasi Iran Memanas, Pemerintah Siapkan Rencana Kontigensi Lindungi WNI. FOTO : HKN

Situasi Iran Memanas, Pemerintah Siapkan Rencana Kontigensi Lindungi WNI. FOTO : HKN

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan terus memantau secara ketat kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Iran menyusul meningkatnya tensi keamanan di kawasan tersebut. Hingga hari ini, Selasa (13/1/2026), pemerintah menyatakan seluruh WNI dalam keadaan aman dan belum memerlukan langkah evakuasi.

Berdasarkan hasil asesmen lapangan yang dilakukan KBRI Tehran per 12 Januari, wilayah-wilayah pusat komunitas Indonesia seperti Kota Qom dan Isfahan masih terpantau kondusif tanpa gangguan keamanan yang signifikan.

“Komunikasi dengan simpul-simpul masyarakat terus diperkuat. Sebagian besar WNI kita di sana adalah mahasiswa yang menempuh studi di Qom. Sejauh ini, aktivitas masih berjalan namun dengan kewaspadaan tinggi,” tulis pernyataan resmi Kemlu RI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Skenario Darurat Disiapkan
Meski belum ada perintah evakuasi, pemerintah tidak ingin kecolongan. Kemlu mengonfirmasi bahwa rencana kontigensi (tindakan darurat) telah disiapkan secara matang sebagai antisipasi jika situasi keamanan memburuk secara tiba-tiba.

Kemlu juga mengeluarkan travel advisory (imbauan perjalanan) bagi warga di tanah air. Masyarakat yang berencana menuju Iran diminta menunda perjalanan mereka hingga situasi dinyatakan benar-benar stabil.

Imbauan dan Kontak Darurat
Bagi WNI yang saat ini menetap di Iran, otoritas diplomatik Indonesia mengeluarkan instruksi tegas:

  1. Waspada dan Monitor: Selalu memantau perkembangan terkini dari sumber informasi resmi pemerintah setempat.
  2. Hindari Titik Konflik: Menjauhi lokasi demonstrasi dan kerumunan massa yang berpotensi menjadi sasaran kericuhan.
  3. Komunikasi Intensif: Memastikan identitas dan keberadaan telah terlapor pada sistem Peduli WNI.

Dalam kondisi mendesak, para WNI diminta segera menghubungi kanal bantuan berikut:

  • Hotline KBRI Tehran: +98 991 466 8845 atau +98 902 466 8889.
  • Hotline Pelindungan WNI Kemlu RI: +62 812 9007 0027.

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Siaran Pers Kemenlu RI

Berita Terkait

PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB Resmi Jatuhkan Sanksi SPBU 34.412.15 Subang
Kunjungi Tanjab Timur, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Penguatan Tata Air dan Mitigasi Karhutla
Al Haris Cek Langsung Karhutla Tahura, Dua Helikopter Disiapkan untuk Water Bombing
Perahu Karam, 1 Pemancing di Tebo Meninggal Dunia dan 2 Korban Masih dalam Pencarian
BPH Migas Kawal Upaya Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Antrean BBM di SPBU Berangsur Terurai
Tragedi BOBIBOS: Saat Solusi Anak Bangsa Terhambat, Kedaulatan Energi Terancam
Berita ini 13 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi HaikunNews.Id.

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:52 WIB

PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB Resmi Jatuhkan Sanksi SPBU 34.412.15 Subang

Sabtu, 5 September 2026 - 18:01 WIB

Kunjungi Tanjab Timur, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Penguatan Tata Air dan Mitigasi Karhutla

Jumat, 4 September 2026 - 18:36 WIB

Al Haris Cek Langsung Karhutla Tahura, Dua Helikopter Disiapkan untuk Water Bombing

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Perahu Karam, 1 Pemancing di Tebo Meninggal Dunia dan 2 Korban Masih dalam Pencarian

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:44 WIB

BPH Migas Kawal Upaya Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Antrean BBM di SPBU Berangsur Terurai

Berita Terbaru

Kajian Psikologi Klinis dan Psikologi Kepemimpinan tentang Bahaya Kekuasaan Tanpa Koreksi. (FOTO : Dok. Istimewa)

Republik

Ketika Kekuasaan Membentuk Kepribadian

Minggu, 20 Sep 2026 - 00:30 WIB

Indonesia Harus Belajar dari Iran. (FOTO : Haikun)

Editorial

Indonesia Harus Belajar dari Iran

Sabtu, 19 Sep 2026 - 16:24 WIB