Surah Az-Zalzalah Sebagai Landasan Etika Akuntabilitas, Keadilan, dan Tanggung Jawab Publik

admin

- Redaksi

Minggu, 14 Desember 2025 - 23:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surah Az-Zalzalah Sebagai Landasan Etika Akuntabilitas, Keadilan, dan Tanggung Jawab Publik. FOTO : HN/AI

Surah Az-Zalzalah Sebagai Landasan Etika Akuntabilitas, Keadilan, dan Tanggung Jawab Publik. FOTO : HN/AI

Kata Pengantar

  1. Renungan ini dilakukan untuk menggali makna strategis Surah Az-Zalzalah sebagai landasan nilai dalam membangun sistem kepemimpinan, kebijakan publik, dan tata kelola negara yang berakar pada kebenaran dan keadilan Allah.
  2. Surah ini menegaskan prinsip akuntabilitas total, bahwa setiap perbuatan—sekecil apa pun—akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, tanpa pengecualian jabatan, kekuasaan, atau legitimasi formal.
  3. Renungan ini merupakan landasan filosofis dari Renungan Minggu pagi 14 Desember 2025.

Ringkasan Eksekutif

Surah Az-Zalzalah (QS. 99) merupakan deklarasi ilahiyah tentang hari pembalasan dan keadilan absolut Allah. Surat ini menegaskan bahwa:

  1. Seluruh perbuatan manusia akan dibuka dan diperlihatkan.
  2. Tidak ada satu pun amal yang luput dari perhitungan.
  3. Bumi sendiri menjadi saksi atas perbuatan manusia.

Dalam konteks kebijakan publik dan kepemimpinan, surah ini mengajarkan etika tanggung jawab mutlak, menolak impunitas, dan membangun kesadaran bahwa hukum formal tidak pernah menggugurkan hukum Allah. Yang harus diyakini oleh orang yang beriman, apapun agamanya, pasti percaya setiap perbuatan pasti ada balasannya kelak bisa didunia bisa di akhirat Bagaimsn untuk orang yang tidak beriman, tidak takut Tuhan. Tulisan ini bukan untuk mereka.

I. Surah Az-Zalzalah: Teks, Latin, dan Terjemahan

Latin

  1. Idzā zulzilatil-arḍu zilzālahā
  2. Wa akhrajatil-arḍu athqālahā
  3. Wa qāl al-insānu mā lahā
  4. Yawmaʾidhin tuḥaddithu akhbārahā
  5. Bi-anna rabbaka awḥā lahā
  6. Yawmaʾidhin yaṣdurun-nāsu ashtātan liyuraw aʿmālahum
  7. Faman yaʿmal mithqāla dharratin khayran yarah
  8. Wa man yaʿmal mithqāla dharratin sharran yarah

Terjemahan (Kemenag RI)

  1. Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,
  2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban beratnya,
  3. dan manusia bertanya, ‘Apa yang terjadi pada bumi ini?’
  4. pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
  5. karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan demikian.
  6. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) perbuatannya.
  7. Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya).
  8. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya).”

II. Tafsir Surah Az-Zalzalah (Ringkas dan Substantif)

1. Tafsir Ayat 1–3

* Menurut Ibnu Katsir, guncangan bumi adalah tanda kehancuran sistem dunia dan awal pengadilan akhirat.
* Pertanyaan manusia (“Apa yang terjadi?”) menunjukkan keterkejutan total manusia terhadap keadilan Allah yang tak terelakkan.

2. Tafsir Ayat 4–5

Menurut Al-Qurthubi, bumi akan berbicara secara hakiki, bukan simbolik. Ia menjadi saksi keadilan, mencatat segala kezaliman, korupsi, pengkhianatan amanah, dan kebaikan tersembunyi.

3. Tafsir Ayat 6

Manusia akan keluar terpisah dari seluruh identitas duniawi: jabatan, partai, kekuasaan, gelar akademik, dan legitimasi sosial runtuh total.

4. Tafsir Ayat 7–8

Menurut Imam Al-Ghazali, ayat ini adalah puncak ajaran muhāsabah: tidak ada dosa kecil bila dilakukan terus-menerus, dan tidak ada amal kecil bila dilakukan dengan ikhlas.

III. Pendapat Ulama tentang Surah Az-Zalzalah

  1. Ibnu Katsir: Surah ini adalah ringkasan akidah hari akhir dan hujjah atas keadilan Allah yang absolut.
  2. Al-Qurthubi: Menegaskan kesaksian bumi sebagai bentuk keadilan objektif Allah, melampaui saksi manusia.
  3. Fakhruddin Ar-Razi: Ayat zarrah menunjukkan keadilan Allah yang presisi, tidak emosional, tidak tebang pilih.
  4. Imam Al-Ghazali: Surah ini adalah fondasi etika spiritual bagi penguasa, karena mengajarkan bahwa niat, proses, dan dampak semua dihitung.
  5. Sayyid Qutb: Surah ini mengguncang kesadaran manusia agar tidak berlindung di balik sistem dunia yang timpang.

IV. Pesan Utama Surah Az-Zalzalah

1. Pesan Akidah

  • Keadilan Allah bersifat menyeluruh, presisi, dan tak bisa dimanipulasi.

2. Pesan Etika

  • Tidak ada kejahatan kecil dalam kekuasaan.
  • Tidak ada kebaikan kecil dalam pelayanan publik.

3. Pesan Kepemimpinan

  • Setiap kebijakan, tanda tangan, dan pembiaran akan dipertanggungjawabkan.
  • Diam terhadap kezaliman adalah perbuatan yang juga “tercatat”.

4. Pesan Kebijakan Publik

  • Legalitas formal tidak otomatis bermakna kebenaran ilahiyah.
  • Sistem hukum tanpa nurani akan runtuh pada hari keadilan Allah.

V. Penutup (Refleksi Kebijakan)

  1. Surah Az-Zalzalah menegaskan bahwa kekuasaan adalah amanah yang berisiko teologis tinggi.
  2. Surat ini mewajibkan setiap pemimpin, ulama, cendekiawan, dan aparatur negara untuk bertanya:

Apakah kebijakan atau perbuatan saya ini kelak diperlihatkan pada saya dan harus saya pertanggung jawabkan di hadapan Allah dengan konsekuensi yang berlipat ?
Yang dimaksud Kebijakan dalam hal ini adalah kebijakan publik termasuk kebijakan transportasi. Pertanyaannya sudah benarkah kebijakan yang dijalankan saat ini ditinjau dari paradigma profetik , karena pada gilirannya akan kita pertanggung jawabkan kepada Allah sesuai takdir kita masing-2 sudah berbuatkah kita ? Sudah bicarakah kita bila terjadi kezaliman (sesuatu yang tidak pada temoatnya) . ODOL misalkan

Tanpa kesadaran ini, sistem hukum hanya menjadi alat kekuasaan, bukan penjaga keadilan.*

Penulis : Drs. Suripno. Mstr

Editor : Redaksi

Sumber Berita: haikunnews.id

Berita Terkait

Rantai Kerusakan Sosial: Ulama–Cendekiawan, Pemimpin dan Rakyat
Pesan Profetik: Seruan Langit Untuk Bumi
Guru Sejati dalam Falsafah Jawa dan Padanannya dalam Ajaran Islam Untuk Memahami Falsafah Sangkan Paraning Dumadi sebagai Penuntun dalam Mengarungi Zaman Edan (Seri-2)
Filsafat Ilmu : Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Sebagai Fondasi Berpikir dan Bertindak Cendekiawan Berbasis Nilai Langit
Kecerdasan Buatan di Persimpangan Nur dan Zulmat: Antara Bisikan Syaitan dan Ilham Malaikat
Arah Peradaban Hukum Berbasis Kebenaran Allah dan Keadilan Allah (Seri-4)
Mengenang Sufi Agung Wanita Rabi’ah Al Adawiyyah dan Ajarannya (Seri – 6)
Atas Banjir Bandang Sumatera: Peringatan Allah atas Pengkhianatan Amanah dan Kerusakan Tata Kelola
Berita ini 6 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi HaikunNews.Id.

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:30 WIB

Rantai Kerusakan Sosial: Ulama–Cendekiawan, Pemimpin dan Rakyat

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:34 WIB

Pesan Profetik: Seruan Langit Untuk Bumi

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:41 WIB

Guru Sejati dalam Falsafah Jawa dan Padanannya dalam Ajaran Islam Untuk Memahami Falsafah Sangkan Paraning Dumadi sebagai Penuntun dalam Mengarungi Zaman Edan (Seri-2)

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:57 WIB

Filsafat Ilmu : Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Sebagai Fondasi Berpikir dan Bertindak Cendekiawan Berbasis Nilai Langit

Kamis, 1 Januari 2026 - 19:02 WIB

Kecerdasan Buatan di Persimpangan Nur dan Zulmat: Antara Bisikan Syaitan dan Ilham Malaikat

Berita Terbaru

Iran

Internasional

Iran “Batu Sandungan” Berat Bagi Dinasti Rothschild

Minggu, 8 Mar 2026 - 19:32 WIB

Pemimpin Adil dan Beriman vs Pemimpin Zalim dan Tidak Beriman. FOTO : Ilustrasi

Tarbiyah

Pemimpin Adil dan Beriman vs Pemimpin Zalim dan Tidak Beriman

Selasa, 17 Feb 2026 - 19:18 WIB