Wahai para cendekiawan, dosen, dan praktisi transportasi yang mencintai negeri ini, Kita bukan sekadar perancang sistem mobilitas, bukan hanya penjaga roda pergerakan bangsa, tetapi juga penyambung nilai-nilai langit dalam denyut pembangunan bumi. Transportasi bukan sekadar urusan sarana transportasi dan jaringan transportasi, melainkan urat nadi peradaban, kehidupan berbangsa dan bernegara, penghubung rezeki, ilmu, dan silaturahmi antarhati manusia.
Paradigma profetik memanggil kita untuk melangkah lebih tinggi: menjadikan ilmu dan profesi sebagai amanah kenabian. Sebagaimana para nabi diutus bukan hanya membawa risalah, tetapi juga membangun tatanan kehidupan yang adil dan maslahat, maka tugas kita adalah mewujudkan sistem transportasi yang menegakkan keadilan, memuliakan manusia, dan menjaga bumi.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad).
Maka setiap rancangan sustem transpirtasi, setiap kebijakan dan regulasi transportasi, adalah ladang ibadah bila dilakukan dengan niat melayani manusia demi ridha Allah.
Wahai para insan transportasi, adikan paradigma profetik sebagai kompas moral dalam setiap perumusan kebijakan dan regulasi transportasi, pembangunan transportasi dan penyelenggaraan transportasi. Tegakkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar di tengah sistem yang sering kehilangan arah. Gunakan ilmu untuk memerdekakan rakyat dari ketertinggalan dan ketidakadilan akses, gunakan kebijakan untuk menegakkan kemaslahatan, bukan memperkaya segelintir golongan.
Ketika teknologi bergerak cepat dan dunia menuntut efisiensi, ingatlah bahwa kecepatan tanpa nilai akan menabrak kemanusiaan. Transportasi yang tidak berkeadilan akan melahirkan ketimpangan; tetapi transportasi yang berjiwa profetik akan melahirkan keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Cendekiawan sejati bukan hanya yang menulis di jurnal ilmiah, tetapi yang menulis dengan nurani di lembar sejarah bangsanya. Dosen sejati bukan hanya yang memberi nilai akademik, tetapi yang menanamkan nilai langit pada setiap anak didiknya. Dan praktisi sejati bukan hanya yang mahir dalam teknologi, tetapi yang setia pada moralitas dan tanggung jawab sosial.
Wahai para insan transportasi cinta NKRI, jadilah pelopor integrasi antara ilmu, iman, dan ihsan. Bangun sistem transportasi nasional yang tidak hanya efisien, tetapi juga membawa keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan bagi semua.
Sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Hadid [57]: 25: “Kami telah mengutus para rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata, dan Kami turunkan bersama mereka Kitab dan neraca (keadilan), supaya manusia dapat menegakkan keadilan.”
Maka jadilah kita sekalian pewaris nilai itu di bidang transportasi:
menegakkan keadilan, memuliakan manusia, dan membawa rahmat bagi seluruh alam.
Semoga Allah meneguhkan langkah kita menjadikan ilmu kalian bercahaya, kebijakan kalian bernilai ibadah, dan perjuangan kalian menjadi jalan menuju ridha-Nya. Karena sesungguhnya, transportasi yang berjiwa profetik adalah kendaraan bangsa menuju peradaban yang adil, makmur, dan bermartabat.
Penulis : Drs. Suripno. Mstr (Dosen Institut Transportasi dan Logistik di Trisakti)
Editor : Redaksi
Sumber Berita: HaikunNews.id
Halaman : 1 2 Selanjutnya







