JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan terus memantau secara ketat kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Iran menyusul meningkatnya tensi keamanan di kawasan tersebut. Hingga hari ini, Selasa (13/1/2026), pemerintah menyatakan seluruh WNI dalam keadaan aman dan belum memerlukan langkah evakuasi.
Berdasarkan hasil asesmen lapangan yang dilakukan KBRI Tehran per 12 Januari, wilayah-wilayah pusat komunitas Indonesia seperti Kota Qom dan Isfahan masih terpantau kondusif tanpa gangguan keamanan yang signifikan.
“Komunikasi dengan simpul-simpul masyarakat terus diperkuat. Sebagian besar WNI kita di sana adalah mahasiswa yang menempuh studi di Qom. Sejauh ini, aktivitas masih berjalan namun dengan kewaspadaan tinggi,” tulis pernyataan resmi Kemlu RI.
Skenario Darurat Disiapkan
Meski belum ada perintah evakuasi, pemerintah tidak ingin kecolongan. Kemlu mengonfirmasi bahwa rencana kontigensi (tindakan darurat) telah disiapkan secara matang sebagai antisipasi jika situasi keamanan memburuk secara tiba-tiba.
Kemlu juga mengeluarkan travel advisory (imbauan perjalanan) bagi warga di tanah air. Masyarakat yang berencana menuju Iran diminta menunda perjalanan mereka hingga situasi dinyatakan benar-benar stabil.
Imbauan dan Kontak Darurat
Bagi WNI yang saat ini menetap di Iran, otoritas diplomatik Indonesia mengeluarkan instruksi tegas:
- Waspada dan Monitor: Selalu memantau perkembangan terkini dari sumber informasi resmi pemerintah setempat.
- Hindari Titik Konflik: Menjauhi lokasi demonstrasi dan kerumunan massa yang berpotensi menjadi sasaran kericuhan.
- Komunikasi Intensif: Memastikan identitas dan keberadaan telah terlapor pada sistem Peduli WNI.
Dalam kondisi mendesak, para WNI diminta segera menghubungi kanal bantuan berikut:
- Hotline KBRI Tehran: +98 991 466 8845 atau +98 902 466 8889.
- Hotline Pelindungan WNI Kemlu RI: +62 812 9007 0027.
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Siaran Pers Kemenlu RI







