7. Pemerintah Turki Evakuasi 200 Warga Gaza Terjebak di Terowongan Rafah
Pada 12 November 2025 dilaporkan bahwa Pemerintah Turki berusaha mengevakuasi 200 warga sipil Jalur Gaza, Palestina, yang terjebak di terowongan Rafah. Hal itu dikonfirmasi ketika Pemerintah Turki ikut membantu kelompok Hamas untuk menyerahkan tentara Israel, Hadar Goldin, di mana jenazahnya ditemukan minggu lalu di terowongan tersebut.
Berdasarkan pernyataan resmi, disampaikan bahwa Pemerintah Turki berhasil memfasilitasi pemulangan jenazah Hadar Goldin ke Israel setelah 11 tahun. Pada saat yang sama, Pemerintah Turki juga terus berupaya memastikan evakuasi yang aman bagi sekitar 200 warga sipil Gaza yang terjebak di terowongan dimaksud. Bagi otoritas Turki, ratusan orang itu adalah warga sipil biasa dan bukan anggota kelompok Hamas.
Namun, Pemerintah Israel dan sekutunya menilai orang-orang di terowongan termaksud merupakan bagian dari kelompok Hamas, atau yang disebut ‘teroris’. Bahkan, Pemerintah Amerika Serikat (AS) sempat mengusulkan agar 200 orang itu menyerahkan senjata, dan kemudian akan diizinkan pindah ke wilayah Gaza di luar kendali otoritas Israel atau ke negara ketiga. Proses itu digambarkan sebagai mekanisme percontohan komponen pelucutan senjata sebagaimana rencana perdamaian Presiden AS, Donald Trump. Sebagai catatan, Turki dilaporkan memang memiliki hubungan yang dekat dengan kelompok Hamas.
Penyerahan jenazah tentara Israel dan bantuan mengevakuasi warga Gaza merupakan langkah terbaru Pemerintah Turki yang semakin menunjukkan peran Turki terhadap Gaza. Selain itu, Pemerintah Turki juga selama ini konsisten menyuarakan penolakan dan mengecam agresi pasukan Israel di Gaza. Akibat agresi Israel yang ‘brutal’, Pemerintah Turki memutus hubungan ekonomi dengan Israel dan melarang maskapai Israel melewati wilayah udaranya.**
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Kementerian Luar Negeri







