5. PM Pakistan Kutuk Keras Ledakan di Islamabad, dan Tuduh Didukung oleh India
Pada 12 November 2025 dilaporkan pernyataan Perdana Menteri (PM) Pakistan, Muhammad Shehbaz Sharif, yang mengutuk keras ledakan di
Islamabad yang menewaskan 12 orang pada 11 November 2025 waktu setempat.
Ledakan tersebut disebut PM Pakistan sebagai serangan teroris yang dilancarkan oleh kelompok Fitna Al-Khawarij dan Fitna Al-Hindustan, yang didukung oleh India. Ledakan terjadi pada 11 November 2025 siang waktu setempat di Islamabad, dan mengakibatkan 12 orang tewas.
Dalam pernyataannya, PM Pakistan menggarisbawahi, anak-anak tidak bersalah juga diserang di Wana oleh kelompok Fitna al-Kharijites yang beroperasi dari Afghanistan atas perintah oIndia. Ini waktu bagi dunia untuk mengutuk konspirasi jahat semacam itu otoritas India. Dalam pernyataannya, PM Pakistan menegaskan bahwa Pemerintah Pakistan akan terus melawan “monster terorisme” hingga benar-benar tuntas, disamping disampaikan belasungkawa kepada para korban tewas dan memerintahkan agar seluruh korban luka mendapat perawatan terbaik.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, menyatakan seorang pelaku bom bunuh diri yang melancarkan aksi tersebut. Dilaporkan bahwa penyerang mencoba memasuki gedung pengadilan, tetapi gagal, dan selanjutnya, justru menargetkan kendaraan polisi. Sementara Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyatakan bahwa Pakistan saat ini dalam keadaan perang, dan menegaskan bahwa serangan ini harus dianggap sebagai seruan untuk siaga atau “wake-up call”.
6. Dua Badai Besar Menghantam Filipina, Menewaskan Sedikitnya 250 Orang
Pada 12 November 2025 dilaporkan bahwa jumlah korban tewas di Filipina akibat dua badai besar berturut-turut selama seminggu terakhir telah meningkat sedikitnya 250 korban meninggal dunia, sementara jutaan orang telah mengungsi.
Pada 11 November 2025 Tim SAR Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen (NDRRMC) menyatakan, Topan Kalmaegi – yang melanda daratan pada 4 November 2025 – memicu banjir besar dan tanah longsor di wilayah Filipina tengah, serta menewaskan 232 orang dan 112 orang hilang. Sebagian besar korban tewas dilaporkan di Provinsi Cebu, yang masih terguncang akibat gempa berkekuatan 6,9 skala Richter yang melanda pada 30 September 2025. Topan Super Fung-wong merupakan badai kuat kedua yang melanda Filipina dalam tujuh hari terakhir. Dilaporkan bahwa Topan Super Fung-wong – yang menghantam Pulau Luzon pada 10 November 2025 – telah menewaskan sedikitnya 18 orang.
Kedua badai tersebut telah membuat jutaan penduduk mengungsi dan menghancurkan rumah, pertanian, serta infrastruktur utama, termasuk jalan dan jembatan. Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyatakan status darurat nasional setelah kerusakan yang meluas akibat bencana tersebut. Sebagai catatan, Topan Fung-wong diperkirakan akan bergerak menuju China. Sehubungan dengan itu, otoritas China kemudian meminta warga untuk bersiap kemungkinan evakuasi dan menyiapkan perlengkapan darurat. Sementara itu, otoritas Hualien timur di Taiwan telah menutup sekolah dan kantor pemerintahan. Warga di sejumlah wilayah itu juga diminta untuk mengungsi sementara sebagai langkah antisipasi.
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Kementerian Luar Negeri
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







