Mina Tenun Dorong Ekonomi Kreatif Perempuan Lombok, Penghasilan Penenun Capai Rp750 Ribu per Lembar

admin

- Redaksi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan
+ Donasi

LOMBOK, 9 Oktober 2026 – PT Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Internasional Lombok (BIL) mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal melalui program Galeri Mina Tenun di Desa Sukarara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Program ini mengintegrasikan pemberdayaan perempuan penenun, pengembangan produk tenun tradisional, serta pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung akses air bersih bagi masyarakat.

Sebelum program berjalan, sebagian penenun menghadapi keterbatasan modal, akses bahan baku, dan pemasaran. Mereka disebut hanya menerima upah sekitar Rp25.000 per lembar kain serta bergantung pada pengepul dalam penjualan produk.

Melalui Galeri Mina Tenun, para penenun mendapatkan dukungan bahan baku, motif, alat produksi, dan pemasaran. Skema pembayaran setelah kain selesai diproduksi juga membantu mempercepat perputaran modal. Penghasilan penenun kini dapat mencapai minimal Rp750.000 per lembar setelah memperhitungkan modal kain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, mengatakan program ini dirancang untuk memperkuat potensi ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kemandirian perempuan.

“Melalui Galeri Mina Tenun, kami berupaya membuka akses ekonomi yang lebih baik bagi perempuan penenun, sekaligus mengembangkan potensi lokal melalui inovasi yang mengintegrasikan budaya dan energi terbarukan,” ujar Dian.

Selain pengembangan usaha tenun, Mina Tenun menghadirkan inovasi alat tenun bukan mesin (ATBM) yang dimodifikasi untuk menghasilkan energi listrik dari gerakan mekanisnya. Energi tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pompa air dan sistem filtrasi, dengan dukungan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dan tenaga surya (PLTS) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga.

Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga mendorong tenun tradisional berkembang sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah, membuka peluang usaha, serta menjaga kelestarian budaya lokal.

Inisiatif tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: HaikunNews

Berita Terkait

Pertamina SMEXPO 2026 Dimulai, Berdayakan Lebih dari 150 UMKM Binaan di Berbagai Kota
APAKAH INDONESIA MASIH BERDAULAT: Freeport dan Bargaining Politik Pasca Agresi Belanda Ketika Kedaulatan Ekonomi Indonesia Ditukar di Meja Perundingan
Berita ini 4 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi HaikunNews.Id.

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Mina Tenun Dorong Ekonomi Kreatif Perempuan Lombok, Penghasilan Penenun Capai Rp750 Ribu per Lembar

Minggu, 27 September 2026 - 18:40 WIB

Pertamina SMEXPO 2026 Dimulai, Berdayakan Lebih dari 150 UMKM Binaan di Berbagai Kota

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:38 WIB

APAKAH INDONESIA MASIH BERDAULAT: Freeport dan Bargaining Politik Pasca Agresi Belanda Ketika Kedaulatan Ekonomi Indonesia Ditukar di Meja Perundingan

Berita Terbaru

Kajian Psikologi Klinis dan Psikologi Kepemimpinan tentang Bahaya Kekuasaan Tanpa Koreksi. (FOTO : Dok. Istimewa)

Republik

Ketika Kekuasaan Membentuk Kepribadian

Minggu, 20 Sep 2026 - 00:30 WIB