Memasuki Tahun Ketiga Perang Sudan, Sekjen PBB Desak Gencatan Senjata Permanen dan Transisi Sipil

admin

- Redaksi

Selasa, 30 Desember 2025 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres. FOTO : HaikunNews/AI

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres. FOTO : HaikunNews/AI

NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, mengeluarkan seruan keras kepada pihak-pihak yang bertikai di Sudan untuk segera menghentikan permusuhan. Desakan ini muncul seiring dengan konflik bersenjata yang kini resmi memasuki tahun ketiga dan bertepatan dengan pergantian tahun baru 2026.

Juru Bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, mengonfirmasi pada Selasa (30/12/2025) bahwa PBB meminta Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Pendukung Cepat (RSF) untuk mengedepankan kompromi demi keselamatan rakyat sipil.

“Sekjen menekankan pentingnya mencapai perdamaian segera. Kami mendesak kedua belah pihak untuk menyepakati penghentian permusuhan dan berupaya menuju gencatan senjata permanen,” ujar Dujarric dalam keterangan resminya.

Dorongan untuk Pemerintahan Sipil
Langkah diplomatik ini diambil menyusul inisiatif perdamaian yang diajukan oleh Perdana Menteri Transisi Sudan dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pekan lalu. PBB mendesak agar para pemimpin militer yang berkonflik mampu merumuskan visi bersama untuk mengembalikan kekuasaan kepada pemerintahan yang dipimpin sipil (transisi sipil), sembari menjaga keutuhan wilayah dan persatuan Sudan.

Utusan Pribadi Sekjen PBB untuk Sudan, Ramtane Lamamra, menyatakan komitmennya untuk terus memfasilitasi konsultasi dengan kedua pihak guna mencapai resolusi perdamaian yang inklusif dan berkelanjutan.

Krisis Kemanusiaan dan Keamanan yang Akut
Situasi di lapangan dilaporkan kian mengkhawatirkan. Dewan Keamanan PBB menerima laporan mengenai peningkatan serangan pesawat tak berawak (drone), pengungsian massal, serta insiden pembunuhan pasukan penjaga perdamaian.

Bersamaan dengan meningkatnya ketegangan, misi perdamaian PBB secara resmi telah menyelesaikan evakuasi pangkalan logistiknya di wilayah Kadugli, Kordofan Selatan. Langkah ini menandai berakhirnya operasi pasukan penjaga perdamaian di lokasi tersebut setelah hampir 13 tahun bertugas.

Dampak Perang bagi Rakyat Sudan
Hingga akhir tahun 2025, perang antara SAF dan RSF telah memberikan dampak yang menghancurkan:

  • Korban Jiwa: Ribuan warga sipil tewas akibat kontak senjata.
  • Pengungsian: Jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, menciptakan krisis pengungsi terbesar di kawasan tersebut.
  • Kelaparan: PBB memperingatkan adanya kondisi kelaparan akut di beberapa wilayah akibat terhambatnya akses bantuan kemanusiaan.

PBB memperingatkan bahwa tanpa adanya kompromi politik segera, pertempuran yang semakin intensif ini tidak hanya akan menghancurkan masa depan Sudan, tetapi juga mengancam stabilitas kawasan di tahun-tahun mendatang.

Editor : Redaksi

Sumber Berita: KBRI

Berita Terkait

Hipersonik Mengguncang Dunia: Mitos Superioritas Udara AS–Israel Runtuh, Teluk Berubah Jadi Medan Atrisi Global
Tegaskan Protes, Indonesia Sebut Penghancuran Fasilitas UNRWA oleh Israel Sebagai Tindakan Ilegal
Menjaga Integritas Somalia: Posisi Tegas Indonesia Atas Manuver Israel di Somaliland
Indonesia Resmi Pimpin Dewan HAM PBB 2026: Usung Tema “A Presidency for All”
Operasi 300 Menit: Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela
Kim Jong Un Kirim Peringatan Keras ke Washington: Venezuela Resmi Jadi Isu Keamanan Global
KBRI London Laporkan Aktris Porno Bonnie Blue karena Lecehkan Bendera RI
PBB Laporkan Kekerasan di Sudan Terus Berlanjut
Berita ini 7 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi HaikunNews.Id.

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 00:53 WIB

Hipersonik Mengguncang Dunia: Mitos Superioritas Udara AS–Israel Runtuh, Teluk Berubah Jadi Medan Atrisi Global

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:53 WIB

Tegaskan Protes, Indonesia Sebut Penghancuran Fasilitas UNRWA oleh Israel Sebagai Tindakan Ilegal

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:00 WIB

Menjaga Integritas Somalia: Posisi Tegas Indonesia Atas Manuver Israel di Somaliland

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:41 WIB

Indonesia Resmi Pimpin Dewan HAM PBB 2026: Usung Tema “A Presidency for All”

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:07 WIB

Operasi 300 Menit: Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela

Berita Terbaru

Pemimpin Adil dan Beriman vs Pemimpin Zalim dan Tidak Beriman. FOTO : Ilustrasi

Tarbiyah

Pemimpin Adil dan Beriman vs Pemimpin Zalim dan Tidak Beriman

Selasa, 17 Feb 2026 - 19:18 WIB